saya sangat mengenal dia, seorang anak perempuan yg tinggal disekitar rumah saya. hidup bersama ayah yg sangat hebat dan memiliki pekerjaan yang sangat baik. serta seorang ibu yang sangat bijak dan penyayang namun sangat2 cuek terhadapnya. dan satu orang kakak laki2 serta satu orang adik laki2 juga. dia adalah sesosok anak perempuan satu2nya.
ketika saya melihat dia, saya selalu berfikir bahwa dia merupakan anak perempuan yang paling bahagia di dunia. karena dr apa yg saya ketahui tentang keluarganya, dia terlahir di keluarga yg sangat sangat royal dan konsumtif.
dia anak yg sangat2 ceria, dimanapun dia berada dia sangat mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. bagi saya orang yg belum lama mengenalnya saja sudah merasa sangat2 nyaman di dekatnya. tawa nya, sifatnya, senyumnya, ceritanya, apapun yang ada di dirinya mampu membuat saya tertegun untuk selalu duduk manis didepannya dan mendengarkan seluruh kisahnya.
dia gadis namun bagi saya dia sosok wanita yang matang. kisah2nya pun membuat saya mulai berfikir, bahwa selama ini saya salah menilai betapa bahagianya dia.
ketika dia memulai menceritakan masa kecilnya yang sangat sangat dibatasi untuk bermain, berekpresi cukup membuat saya kaget. masa kecilnya sebagian besar dihabiskan didalam rumah, diusia yg masih sangat kecil dia sudah dibiasakan tidur dikamar sendiri. dia hanya memiliki kakak laki-lakinya untuk bermain, namun bermain aman alias tidak ada keributan sama sekali. anak kecil pada masanya yg masih suka bermain sambil berteriak-teriak, lari2an itupun jarang sekali dapat dia rasakan.
dia harus menjaga emosi ayah dan ibunya untuk tetap tenang, agar dia tidak dimarahi oleh mereka. ayahnya sosok yg mencintai ketenangan ketika libur bekerja, tidak boleh sedikitpun ada kebisingan dirumahnya. lagi2 anak sekecil dia yang masih berusia dibawah 7tahun sudah harus memahami apa yg harus dilakukan dan apa yg tidak harus dilakukan. dan mampu memilih mana yg harus dipilih, dia akhirnya memilih masa kecilnya diisi didalam rumah dengan berbagai mainan yg dimilikinya serta seekor kucing yang di piaranya. yahh itulah masa kecilnya.
sebut namanya Cella, sekarang dia berusia 24taun dan hidupnya tidak lebih baik dr masa kecilnya. tapi disini saya hanya ingin menulis masa2 kecil hingga remaja cella saja.
karena ayahnya ditugaskan keluar kota cella pun pindah ke bandung bersama keluarganya dan dia pun tinggal tidak jauh dr rumah saya. sudah sangat2 lama saya mengenal cella, kebetulan kami satu usia juga.
ketika cella dibandung dia mengalami banyak perubahan, dia menjadi anak yg cukup berprestasi, tidak terlalu dibatasi oleh keluarganya, namun pola dan kehidupan keluarganya pun berubah, di kota asalnya dia termasuk keluarga yg sangat mapan dan di bandung dia dan keluarganya hanya menjadi keluarga yg biasa2 saja. awalnya memang cella agak merasa aneh dengan rumah yg kecil dan kamar yg sempit dan harus diisi dengan 2 orang, kamar yg panas penuh barang tidak ada pembantu, namun dia memang tergolong anak yg sangat2 mudah beradaptasi dan bukan tipe anak yg selalu mencari tahu kenapa dan apa yg terjadi dengan keluarganya. dia menerima apapun kondisi keluarganya, saat ini ia sudah menginjakki usia 7tahun.
cella mulai sekolah dan disekolah awalnya dia hanya seorang anak penakut dan cengeng, disekolah cella sedikit mengalami masa adaptasi yg lama, mgkn krn begitu banyak teman yg ingin kenal dia dan dia agak bingung dengan bahasa yg digunakan teman2 barunya itu, bahasa sunda dengan aksen sunda yg sangat sangate kental. haha.. kelas 3 SD sampe kelas 6 SD cella mulai terbiasa dengan lingkungannya, dia pun selalu masuk 5 besar bahkan ranking 1 disekolahnya.
ketika mendengar cerita cella di part ini saya sangat2 melihat betapa bahagianya dia, itu terlihat dr mimiknya. namun, seketika wajahnya mengerut dan ternyata saat dia ranking 1 itu hanya dia yg bahagia, kedua orang tua nya hanya mengucapkan selamat dan lalu pergi, tidak terlihat mimik bangga dr kedua nya. lalu dia masuk ke dalam kamar dan saat itu dia menangis, dia menangis krn entah knapa yg dia rasakan saat itu hampa. dia tidak tahu harus kmn dia untuk mengisi kehampaan ini. menangis dan akhirnya dia menatap ke langit2 dikamarnya. saat itu ia mulai menyadari bahwa ada yg salah dengan perhatian kedua orang tua nya....
oke, so far sampe disini dl cerita saya tentang cella..
to be continued .....